Text
Banyuwangi: Buku Ketiga
Aku tidak menginginkan tahta Blambangan," tegas Ayu Tunjung, "sebab aku tidak sudi bekerjasama dengan bangsa asing yang menginjak-injak pertiwiku." Mas Ayu Tunjung memang memilih hidup sebagai rakyat biasa. Padahal, sebagairnputri almarhum Prabu Mangkuningrat, dia lebih berhak atas tahta Blambangan dibanding Mas Ngalit, yang oleh VOC ditunjuk sebagai penguasa baru Blambangan.rnBersama Rsi Ropo, satu-satunya putra Wong Agung Wilis yang masihrnhidup, Mas Ayu Tunjung memimpin kawula Blambangan yang tinggal tiga ribu jiwa itu untuk tetap menjaga hati mereka, agar tidak ikut terampas oleh kekuatan asing yang menjarah-rayah Bumi Semenanjung.rnNampaknya prahara masih akan datang. Di saat Ayu Tunjung dan Rsi Ropo baru mengecap kebahagiaan sebagai suami-istri, Mas Ngalit datang, dan dia sangat tergila-gila pada wanita cantik itu. Mas Ngalit bertekad untuk menjadikan Ayu Tunjung sebagai permaisurinya. Bahkan, sebuah istana indah pun telah didirikannya bagi Ayu Tunjung di Banyuwangi — ibukota baru Blambangan yangrnberhasil dibangunnya dengan jalan berutang pada VOC."
Tidak tersedia versi lain