Text
Semburat Merah
Sebagai janda yang ditinggal mati suami, Wanda tidak menutupi diri untuk menikah lagi. Tapi dia tak mau pernikahan terjadi hanya karena memenuhi harapan Deni dan Tomi yang menghendaki ayah pengganti. Wanda masih ingin hidup bergairah, dicintai dan mencintai tanpa dibayangi masa lalu.rnDi tengah kesibukannya mengelola perusahaan pakaian jadi peninggalan suaminya, Wanda memacu hobi melukis yang kini berubah menjadi ambisi untuk eksis. Di usia menjelang empat puluh, masih mungkinkah ia memulai karir sebagai pelukis sungguhan? Banyak orang mengatakan bisa. Cuma Wisnu Rangga--pemusik tersohor--yang bilang Wanda tak cukup berbakat. Keterusterangan Wisnu, keangkuhannya, ketakacuhannya, menyakitkan Wanda, tapi sekaligus juga bagai magnet yang menyedotnya agar mendekat.rnHanya cinta yang dahsyat yang bisa membuat Wanda melupakan almarhum suaminya. Cinta yang membuatnya terpekik dan terpelanting-pelanting," kata Kesuma, pelukis nyentrik yang mencintainya.rnTetapi kebanyakan lelaki langsung luruh dan bersimpuh mendambakan Wanda, membuatnya muak. Kecuali Wisnu Rangga.rnUjarnya, "Kau membutuhkan banyak hal untuk bisa melupakan suami yang mati dalam cintamu yang masih membara."rnDan Wanda tersengal-sengal, menggapai-gapai memburu cinta yang membuatnya menggelepar di antara gelombang...."
Tidak tersedia versi lain